SUMBER BENCANAKAH “REDENOOOOMINASI"

Pemerintah berencana menyederhanakan nilai mata uang (redenominasi) yang akan dimulai pada 2014 hingga 2022. Hal itu seiring dengan semakin membaiknya perekonomian Indonesia.

Namun, sikap pro-kontra tidak bisa dihindari. Mulai dari persoalan sejauh mana pentingnya menyederhanakan nilai rupiah, biaya sosialisasi, hingga kesiapan masyarakat menerima kebijakan tersebut.

Apa sih redenomiasi rupiah? Inti dari redenomiasi rupiah adalah penyederhanaan nilai mata uang atau dengan kata lain pengurangan nilai mata uang, tetapi tidak mengurangi nilai tukar dari mata uang yang dikurangi tersebut. Sebagai contoh Nilai Mata Uang Rupiah Rp. 1.000,- (seribu rupiah) nantinya akan menjadi Rp. 1,- (satu) rupiah saja, Rp. 10.000,- akan menjadi Rp. 10,- (intinya nilai mata uang sekarang dikurangi dengan tiga digit nominal).

BERIKAN 1 MENIT SAJA


Jarum-jarum raksasa menerpa dada-dada bidang bocah-bocah malang
Menelan erangan dalam malam kelam dingin mencekam
Ibunya merintih mengais nasi di tanah sunyi
Ayah meradang maju ke depan tanpa senapan

Di ujung pelosok robot besi unjuk gigi gagah berani
Berdiri congkak seperti gagak dengan mata terbelalak
Membidik mimpi putra putri harapan negeri

Zionis lupa bukan kepalang hanya pendatang
Merampas tanah jatuhkan menara tinggi menjulang
Diberi tanah sedikit minta bukit
Menjarah sana sini minta gono gini

Tulikah kalian atas jeritan
Butakah kalian dari air mata
Atau takut terbang pula sarang nuklir
Hingga tak hirau tertendang kepala berserak
Sampai tak haru air mata merenggut mata

Tuhan Maha Perkasa…
Berikan 1 menit saja
Gazaku tanpa air mata
Agar lantang azan Masjidil Aqsa

Berikan 1 menit saja
Burung Ababil bawa kerikil melawan bedil
Butakan mata penguasa
Penonton barikade artileri angkara
Penikmat parade infanteri penuh amarah

Tuhan Maha Pemurah
Segera tampung air mata anak-anak gaza
Lemparkan saja kemuka para penjajah
Menjelang pagi buta aku berdoa
Ayolah, 1 menit saja
Jika kamu ragu tentang perasaanmu padanya..
Jangan pernah mencoba bersamanya..
Akan menyakitkan untuknya..
Saat ternyata kamu tak sungguh mencintainya..
Tiap orang punya caranya sendiri untuk bahagia..
Misalnya kamu, dengan mencintai dia di depan saya..
Tak peduli seberapa sederhana dan ketidakjelasan kamu..
Bagiku kamu tetaplah penjelasan atas sebuah kesempurnaan..
Lalu mata kita saling menyapa di kantin sekolah itu..
Secara sederhana lidah berujar..
Menyampaikan cinta berbalut syal biru hitam..
Mengikat nyawa hangatkan jiwa..
Tak ragu lagi, Sayang..
Aku mencintaimu..
Meski kini digantung rangkaian rantai kenangan..
Menahan getir rasa yang tak terungkap..
Tetap mengasah rindu hingga tajam menikam kalbu,.

Tak mungkin lagi, Sayang..
Jembatan sekolah telah runtuh..
Penghubung kantin dan kelas baru..
Bertemunya paras ayu dan rasa rindu..
Beriring ambruknya asa atas cinta semu..
Pemutus harapan untuk hati yang tak biru..
Sederhanyanya, akupun masih mencintaimu..
Sudah cukup sakit tidak bisa memilikimu..
Tak ingin lebih sakit lagi dengan tak bisa melihat senyummu..
Santai saja, Sayang..
Aku pernah jatuh cinta..
Aku juga pernah patah hati..
Dari itu aku belajar untuk mencintai tanpa pernah ingin menyakiti..
Tapi rasanya aneh..
Disaat kamu, orang yang ku sayang senantiasa tersimpan dalam hati,.
Tapi wanita lain terus menguras pikiran ku tanpa henti..
Kini ku ibarat buku tanpa sampul..
Kau boleh robek dan campakkan..
Tapi aku tetaplah kertas..
Yang terkoyak, tentunya..

Jadi perhatikan ini, Sayang..
Getaran lidah yang hasilkan nada..
Hanya ini yang bisa kuserah..
Karena memang hanya ini yang ku punya..

Namun ketika kata tak berarti di telingamu..
Aku harus bilang apa lagi..
Selain memberi cinta ini seadanya..
Yang dari dulu memang begitu..
Semampuku..
Designed by Animart Powered by Blogger