PAKAILAH BAJU HITAM, SAYANG!!!

Karena malam ini dihatiku kau akan dimakamkan..

YANG TAK TERUCAPKAN DI HARI INI


24 Februari 2012..
Selamat hari lahir eaa buat kamu..
Seperti 3 tahun yang lalu, hari inipun aku masih malu2 untuk mengatakannya padamu..
Bahkan masih teringat saat kamu ajak photo bareng..
Sekujur badan jadi gemetaran..









Ech..
Denger2 udah mo meried eaa???
Sedih sech,,tapi waktu tau kamu mo meried aku tetap tersenyum..
Karena ini memang mungkin yang terbaik..
Sayangnya kamu merid sama orang lain bukannya aku..
Bahaya juga kalo kamu minta aku yg nikahin kamu..
Mo ku kasih makan apaan niech anak orang..
Ho..ho..ho..




















Jangan lupa ngundang2 eaa..
Kale ajha bisa nyumbangin satu dua lagu..
Meski aku gak yakin juga sech bisa dateng di nikahan kamu..



















Echm..
Di hari lahir kamu ini, aku sama temen2 yang laen ada pertandingan basket..
Berharap kamu dateng sech..
Kalo mo dateng bareng calon suami juga gak masalah..
Cuma pengen liat kamu ajha tuk terakhir,,oupsss..Kenapa jadi TERAKHIR..
Eaa..kita kan gak tau apa yang terjadi kemudian..



















Gimana niech..
Udah lama gak denger kabar dari kamu..
Masih sering sakit gak???
cuma itu yg paling ku khawatirin dari kamu..
Fisik kamu tuch lemah bgt,,meskipun kamu ceria sepanjang waktu...
Tapi kayaknya udah lebih kuat eaa..
Kan udah ada pengawal sekarang..














Duch..
Jadi ngomong panjang lebar..
Padahal cuma mo ngucapin met hari lahir ajha..
:p
:D














Eaa udah dech..
Aku cuma berharap yang terbaik selalu untuk kamu..
Moga hari kelahiranmu ini menjadi momentum yang tepat tuk jadi pribadi yang lebih hebat..
HIDUP TAK SEPERTI TWITTER..
KARENA HIDUP GAK SEKEDAR OMONG DOANG...

HIDUP JUGA TAK SEPERTI FACEBOOK..
KARENA HIDUP TAK SEKEDAR MEMIKIRKAN..
IZINKAN SEKALI SAJA

Mengenalmu..
Mencintaimu..
Menikahimu..
Memimpinmu..
..
..
..
..

Meninggalkanmu..
Cinta itu mudah..
Semudah mengucapkan kata putus..


Tapi jangan tanya tentang rumitnya..
Serumit tentang mengungkapkan cinta itu dalam rangkaian kata..
KEBERHASILAN itu bagai kembang api yang ditembakkan ke atas..
KEBERHASILAN itu bukan tentang seberapa birkilaunya kau di atas..
Namun KEBERHASILAN seberapa tinggi dan seberapa lama kau berkilau sebelum akhirnya jatuh ke bumi dan mati..
Aku suka caramu mengusik..
Masuk ke dalam pikiranku,,duduk diam dan tinggal disana..
Sesederhana itu..

Pesanku

Adik2ku kelas XII yg luar biasa..
Kakakmu ini hanya ingin berbagi saran..
Cukup baca jika berkenan..
Jangan dihina bila enggan..

Mungkin saat ini kalian menghadapi kegundahan..
Kegundahan yang sama yang pernah kami rasakan..
Menghadapi UAN akan menjadi begitu berat ketika kalian menghadapinya sendirian..
UAN akan menjadi evaluasi pendidikan kalian selama 12 tahun, bukan hanya 3 tahun..

Untuk menghadapi ini, perbanyaklah latihan soal.
Kakak2 alumni kalian akan selalu siap membantu kalian.
Maka jangan ragu untuk menghubungi mereka.
Baik untuk konsultasi soal, maupun psikologis.

Tak hanya itu saja, pendidikan setara SMA belum menjadi jaminan besar kalian mampu bersaing dalam bursa kerja.
Maka kalian dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Umumnya SNMPTN, PMP atau PBM, Bidik Misi maupun Ujian Mandiri menjadi jalur utama untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri.
Selain sekedar untuk kuliah, lulus SNMPTN memiliki gengsi tersendiri. Setidaknya gengsi diantara persahabatan kalian.
Biaya pendidikan yang lebih ringan dari pada Perguruan Tinggi Swasta juga menjadi alasan bagi kalian untuk mencobanya.

Untuk menghadapi SNMPTN, kalianpun perlu berkonsultasi dengan kakak2 kalian yang pernah mengalaminya.
Tidak mesti konsultasi pada yang berhasil, konsultasi pada kakak yang pernah gagal membuat kalian tahu hal2 yang harus kalian hindari dalam SNMPTN.
Jurusan dan Universitas yang kalian pilih juga menentukan lulus atau tidaknya kalian.
Jangan memaksakan diri untuk menargetkan Universitas yang memiliki akreditas tinggi yang membuat kemungkinan kalian lulus menjadi kecil.
Maka sekali lagi berkonsultasilah dalam hal memilih Universitas dan jurusan.

Beberapa dari kalian juga akan memilih untuk mengikuti seleksi dalam bidang militer baik itu kepolisian, TNI, IPDN dan lainnya.
Kakak tidak bisa berpendapat apa2 tentang hal ini, karena kakak tidak pernah mengikutinya.
Namun beberapa dari teman-teman kakak pernah mengikuti seleksi hingga tingkat akhir, walaupun pada akhirnya tidak lulus.
Katanya sih terkait dengan dana pelicin, namun untuk jelasnya hubungilah mereka.

Dan di antara kalian yang lainnya akan memilih mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Ikatan Dinas semisal STAN, STIS, STIP, IPDN dan lainnya.
Seleksi ini memiliki tahapan2 yang berbeda dengan SNMPTN.
Untuk STAN dan STIS, awalnya akan dilakukan seleksi tertulis yang juga memiliki pola penilaian yang berbeda dengan SNMPTN.
Umumnya sitem "nilai mati" yang menuntut jumlah jawaban benar 1/3 dari jumlah soal untuk masing2 mata pelajaran yang diujikan menjadi hal utama yang membuat pesertanya tidak lulus.
Kemudian peserta yang lulus akan mengikuti tes keterampilan (untuk jurusan tertentu), tes fisik (namun tidak seberat IPDN) bahkan tes wawancara.
Seleksi masuk Ikatan Dinas biasanya diselenggarakan setelah SNMPTN dilaksanakan, jadi tidak masalah jika kalian bermaksud mengikuti keduanya.

Untuk yang putri, tentunya ada yang berminat untuk terjun ke dunia kesehatan, baik itu Kedokteran, Kebidanan, Keperawatan, Apoteker, Kesehatan Masyarakat dan lainnya.
Ada banyak sekali Sekolah kesehatan yang dapat kalian pilih. Dan untuk di terima pun jauh lebih mudah dengan catatan kalian memiliki cukup dana untuk biaya masuk dan proses perkuliahan.
Kemungkinan untuk bergabung di bursa kerja juga cukup besar. Karena sangat sedikit yang kakak temui lulusan dari dunia kesehatan menganggur.

Ini hanya ulasan singkat.
Hal yang lebih ingin kakak sampaikan adalah Kehidupan kalian baru akan dimulai setelah kalian melewati UAN dan memutuskan jalan hidup kalian.
Jangan sampai kalian salah dalam memilih untuk menyesal kemudian.
Seorang Guru yang pernah mengabdi di SMA Negeri 2 Muara Beliti pernah berujar bahwa hidup itu tentang realitas bukan idealitas.
Maka jangan memaksakan diri untuk mengikuti persaingan yang sebenarnya bukan jalan hidup kalian.
Jalanilah hidup yang telah Allah tunjukkan didepan kalian.

Ulasan lebih mendalam Insya Allah akan kakak tulis lain waktu.
Atau kalian dapat langsung menghubungi Kakak ataupun kakak2 kalian lainnya.
Terima kasih atas waktu yang kalian berikan untuk membaca tulisan ini.

...SALAM HANGAT...

Morfien - Rindu yang Terpendam

Telah kusuka hatiku
Sejak kehadiranmu
menepis segala gundah ini
resapi makna hadirmu

Engkau yg selalu ada
hadir di setiap bayangku
segalanya hanya tentangmu
hanya tentang dirimu

Andaikan saat ini engkau ada disini
akanku curahkan segala rasa yang ada dihati
tentang rindu yang terpendam
saat kau tak ada disisi
tentang cinta dan sayangku
yang hanya untuk dirimu

mengertilah....
sayang....
cintaku ini tulus untuk dirimu
percayalah...
kasih...
bahwa diriku ini seutuhnya
untuk kau miliki

Serial Gadis Pemakan Tomat (Tongkat Untuk Pika)

Disiang itu, matahari tak mau berkompromi untuk memberikan hangatnya. Sinarnya begitu membakar setiap benda dibumi. Cuaca yang tak bersahabat tak membuat sekumpulan remaja mengurungkan niatnya untuk mengelilingi kota kecil itu.

“Dedi, aku tantang kamu. Kita lihat siapa yang lebih cepat sampai ke taman kota.” Ujar Pika sambil melahap buah tomat berwarna merah segar digenggamannya.
“Yang kalah harus mentraktir yang menang, bagaimana.” Jawab Dedi.
“Kalau begitu persiapkanlah kau mengeluarkan isi dompetmu yang tak seberapa itu” Ujar pika.

Keduanya sepakat untuk berlomba balap sepeda hingga taman kota. Teman-teman mereka hanya memberikan semangat bagi keduanya.

Aba-aba telah diberikan dari pinggir lintasan. Sontak kaki Pika dan dedi mengayuh pedal sepedanya hingga melaju kencang. Jarak satu kilometer harus mereka lalui untuk sampai ke garis pinish. Raut kegembiraan terpancar dari keduanya. Mereka berusaha menikmati perlombaan itu dengan saling ejek satu dan lainnya.

Namun kegembiraan tak berlangsung lama. Dedi mendadak menghentikan sepedanya setelah mendengar suara yang begitu keras dibelakangnya. Suara bersambut jeritan kesakitan begitu mengganggu telinganya. Ia berbalik dan mendapati Pika terkapar di tengah jalan.

Langkah kaki Dedi terasa berat melihat temannya berlumuran darah. Sedangkan Pika terus saja menjerit kesakitan sambil memegang kakinya.

“Pika. Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?” Ujar Dedi.

Pika tetap mengekspresikan rasa sakitnya dengan jeritan. Ratapan kesakitan berhenti seiring dengan Pika yang tak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah. Hal itu membuat Dedi meneteskan air mata. Dedi yang sedang kebingungan segera dikerumuni masyarakat yang berada disekitar tempat itu dan segera membawa Pika ke Rumah sakit terdekat.

Dua hari berlalu, Pika baru sadarkan diri. Ditatapnya wajah orang-orang disekitarnya yang begitu memancarkan rona kecemasan.

“Pika. Kau sudah sadar.” Ujar Ibunya.

Pika hanya diam tak menjawab. Ia menyadari keberadaannya di Rumah sakit dan mencoba mengingat kejadian yang menyebabkan ia berada disana. Ia mencoba bangun dari tempat tidur untuk meyakinkan orang-orang disana bahwa ia baik-baik saja.

Kakinya menyentuh lantai dan seketika itu pula raut wajahnya berubah. Raut wajah yang menunjukkan rasa sakit yang sulit terbendung. Pikapun yang tak sanggup menahan rasa sakit itu terjatuh dilantai. Kontan saja hal itu membuat orang-orang yang berada ditempat itu panik dan membawa pika kembali ke tempat tidur.

Dokter yang segera datang bersama Ayah Pika memeriksa kaki Pika.

“Maaf Pika, meski sulit diterima saya harus memberitahukan hal ini. Untuk sementara kamu tidak bisa menggunakan kaki kananmu. Mungkin butuh beberapa waktu bagimu untuk berjalan lagi seperti biasa” Ujar dokter.

Semuanya tersentak mendengar vonis dokter itu. Buah tomat kegemaran Pika terjatuh dari tangannya. Pika mencoba untuk tak mempercayai hal itu, namun rasa sakit di kakinya tak dapat ia pungkiri bahwa untuk sementara ia benar-benar lumpuh.

Pikirannya membawanya kembali pada masa dimana ia harus mengalami kelumpuhan itu. Pada saat dimana dedi mencoba menyalipnya dan membuat seorang pengendara mobil terkejut dan kehilangan kendali hingga menyerempet sepeda pika. Mungkin hal itu akan ia ingat seumur hidupnya. Hal yg lebih mengecewakan, Dedi dan keluarganya menghilang setelah kejadian itu. Mereka takut dipersalahkan asal kejadian ini.

Hari-hari berlalu dengan cepatnya. Namun semua itu terasa begitu berat bagi pika. Waktu terasa lambat dengan langkah kakinya yg tertatih-tatih. Meski semua orang mengetahu bahwa pika adalah wanita yg kuat dan tegar, namun tidak untuk hal ini. Ia benar benar merasa terpuruk. Ia telah masuk dalam terowongan gelap tanpa sedikitpun harapan untuk mendapatkan cahaya. Setidaknya itulah yg ia rasakan saat ini.

Pika duduk menatap langit di halaman belakang rumahnya. Tak lupa buah tomat kegemarannya menemaninya melewati hari itu. Buah berwarna merah segar itu telah menjadi kesukaannya sejak ia masih kecil. Buah itulah yg selalu diberikan oleh ibunya ketika pika menangis dimasa kecilnya.

Suasana begitu hening. Hingga tiba-tiba sebuah langkah kaki menghampirinya. Seorang pria duduk disamping pika. Dia bernama Radit, seorang anak yg cerdas di sekoah pika namun tersingkirkan dalam pergaulan karena ia hanya mampu berjalan dengan bantuan kaki palsu. Dan hanya pika yang menghargainya selayaknya anak normal lainnya.

“Sudah dua minggu kau tak masuk sekolah. Apa kau tidak takut ketinggalan pelajaran?” Ucap Radit.
“Untuk apa aku sekolah? Untuk mendapat pandangan sinis dari semua orang di sekolah? Untuk mendapatkan belas kasihan dari guru-guru? Seorang sarjanapun tidak akan berguna di masyarakat jika ia cacat” Ucap pika lirih.
“Sekarang aku telah terjatuh dalam lorong gelap tanpa sedikitpun harapan untuk mendapatkan sinar di ujung lorong itu. Aku hanya bisa meringkuk tanpa tahu apa yang harus ku perbuat. Dan hingga kapanpun tak ada satupun tangan yang dapat menggapai dan membawaku keluar dari lorong itu. Hanya di bahu Ibuku saja aku bisa berbagi air mataku ini. Dan hanya di dada Ibuku saja aku bisa sedikit menyandarkan tubuhku yang telah begitu lelah. Dan kau tak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan” sambung pika.

Radit hanya memberikan senyum atas keluhan pika itu.

“Kau melupakan sesuatu, Pika. Kau lupa bahwa aku juga cacat. Sama sepertimu, kecelakaan telah merenggut hal yang ku pikir menjadi penentu langkahku untuk menggapai masa depan” Ucap Radit.

Pika tertunduk menatap kakiknya yang terbalut perban. Ia baru teringat bahwa Radit juga seorang yang cacat. Bahkan Radit harus benar-benar kehilangan kakinya setelah diamputasi. Penopang tubuhnya saat ini tak lebih dari sekumpulan logam yang dirakit oleh manusia, tidak seperti kaki pika yang merupakan ciptaan Tuhan dengan sempurna yang masih memiliki kemungkinan untuk sembuh.

“Tapi aku tak sekuat kau, Radit.” Ujar pika.
“Kau ingat saat aku terjatuh di lapangan karena belum terbiasa dengan kaki palsuku? Saat itu semua anak menenatap ke arahku. Yang aku lihat dari mereka saat itu mereka tertawa melihat penderitaanku. Hal itu membuatku merasa tersisihkan, aku merasa sendiri tanpa ada satu orangpun yang ikut merasakan perihnya lukaku. Tetapi kau datang dan memberikan tanganmu. Kau memberiku keyakinan bahwa masa depanku bukan ditentukan oleh kakiku, tetapi oleh hatiku.” Ucap Radit.
“Kau wanita terkuat yang pernah aku kenal, Pika. Aku tunggu kau esok pagi di sekolah” Tambah Radit yang kemudian berlalu pergi.

Pika tersentuh dengan kata-kata Radit. Ia teringat wajah Radit yang kala itu begitu terpuruk. Bagaimana tidak, Radit yang seorang pemain basket tidak akan bisa lagi menyentuh bola basket tanpa kakinya. Namun pika memberikan harapan baru bagi Radit. Pika meyakinkan Radit bahwa hidupnya belum berakhir. Dan kali ini Pika harus melakukan hal yang sama pada dirinya sendiri.

Esok harinya, matahari bersinar cerah seperti biasa. Keramaian begitu tampak di sebuah sekolah. Terlihat anak-anak hilir mudik dengan tas yang dipanggulnya dan beberapa buku ditangan. Bunga-bunga bermekaran ditaman bersamaan dengan kian menetesnya embun pagi dari daun-daun hijau itu.

Mobil berwarna hitam berhenti perlahan didepan gerbang sekolah. Sepasang kaki secara perlahan turun dari mobil itu. Wanita setengah baya membantu seorang gadis cantik mengayunkan langkahnya melewati gerbang megah itu.

Gadis Cantik dengan seragam putih abu-abu itu adalah Pika. Rambutnya terurai dengan cantik. Rona wajahnya menunjukkan kecantikan khas wanita Indonesia. Membuat semua orang melupakan bahwa kaki gadis itu tidak lagi sempurna.

Langkah keduanya tiba-tiba terhenti. Pika menatap teman-temannya berdiri menyambutnya dengan senyum terhangat. Mencairkan bekunya pagi yang dingin itu. Di tengah-tengah mereka Radit berdiri dengan sebuah tongkat ditangannya. Ia berjalan menghampiri Pika dan memberikan tongkat itu untuk Pika.

“Mungkin kami tak akan selalu hadir disampingmu untuk menjadi penopang bagimu. Untuk itulah kami berikan tongkat ini untuk menunjukkan bahwa kami akan selalu berdiri bersamamu.” Ucap Radit.

Senyum Pika mengundang teman-temannya untuk memeluknya. Pelukan di pagi itu menjadi awal atas kembalinya semangat Pika.

Kini pika tak lagi sendiri di dalam lorong gelap. Ia melihat tangan Radit tiba-tiba hadir dihadapannya. Tangan itu tak sendiri, karena ada banyak tangan yang kemudian hadir untuk menuntun pika menuju cahaya di ujung lorong. Cahaya yang selama ini tak ia lihat karena matanya tertutup oleh air mata.

Menakjubkan, persahabatan membuat Pika mengalami kesembuhan dengan lebih cepat. Pika menyadari bahwa selama ini teman-temannya selalu ada disekelilingnya. Mereka adalah orang-orang yang hadir tak hanya saat pika tersenyum.

“Terima kasih Radit.” Ujar Pika dalam hati.
Designed by Animart Powered by Blogger