AKU, KAU DAN AKU
“Bagaimana mungkin cintaku yang begitu besar kau meletakkan pada celah sempit antara kau dan dia?” Tanyaku.
“Lalu bagaimana dengan kau yang menghilang disaat aku benar-benar membutuhkanmu? Kemana perginya rasa cinta yang awalnya begitu aku banggakan? Kemana hilangnya rasa sayang yang dahulu begitu aku dambakan?” Tanyanya balik.
“Aku sayang kamu sejak kamu disitu. Tapi sekarang kamu tuh gak tau kayak apa aku sayang sama kamu. Kamu tuk gak pernah....” Tegasku dengan nada yang menginggi.
“Itu dia masalahnya, Gas. Aku gak pernah benar-benar tahu” Potongnya dengan nada yang tak kalah keras.
“Aku nunggu, Gas. Nunggu. Tapi akhirnya aku sadar satu hal. Kamu gak pernah benar-benar cinta sama aku” Sambungnya dengan nada yang kian melirih.
“Baik. Mungkin tak ada penyelam yang bisa menyelami dalamnya cintaku padamu. Dan tak ada pendaki yang mampu mengukur tingginya kerinduanku padamu. Sekarang, kau pilih aku atau dia!” aku coba beri penawaran.
“Sekarang, aku udah mutusin. Aku gak akan milih siapa-siapa. Kayaknya lebih baik aku sendiri sekarang. Dan aku juga gak mau sakit lagi” Jawabnya sambil meneteskan derai air mata.
Kata-kata itu terus membayangiku. Ya, itu adalah sepenggal kejadian di siang tadi. Ketika aku pulang ke tanah air dan bermaksud menemui kekasih hatiku. Namun yang kudapati ia tengah bersama seorang pria yang pada akhirnya aku tahu bahwa pria itu hanyalah temannya saja.
Aku baru mengetahui hal itu ketika Rindi datang dengan marah-marah kerumahku.
“Bagas, apa-apaan kamu. Setelah sekian lama kamu pergi ninggalin April, dan kamu pulang hanya membawa amarah bodohmu itu saja” Bentaknya yang membuatku kian tak mengerti.
“Kamu bicara apa?” Aku kebingungan.
“Pria yang kamu lihat bersama April itu hanyalah temannya saja. Dan kau tahu, pria bernama Ari itu gay. Jadi tak mungkin dia berpacaran dengan April” ucapnya dengan nada yang tak menurun.
Panjang lebar Rindi menjelaskan kehidupan April setelah kepergianku. Ia menceritakan bagaimana terpuruknya April setelah kepergianku itu. Ditambah lagi aku pergi tanpa mengabarinya terlebih dahulu. Bahkan aku yang tidak bisa dihubungi sama sekali karna kehidupan asramaku yang sangat ketat kian membuatnya merasa dikhianati. Penjelasan Rindi pun membuatku merasa bersalah.
Tiga tahun yang lalu aku mendapatkan beasiswa untuk belajar diluar negeri. Kabar gembira itu aku terima tiga jam sebelum aku berangkat. Karena hal itu aku tak sempat untuk menemui April. Dan setelah sampai di asrama, semua perlengkapan pribadi langsung disita oleh pengurus asrama, termasuk juga handphoneku.
Kini aku hanya bisa terdiam. Memandangi semut-semut yang berbaris saling bertabrakan yang tak pernah hidup sendiri. Juga memandangi cicak yang bersiaga untuk menangkap seekor nyamuk yang hinggap di dinding. Tepat disamping fotoku dan April dengan pecahan kaca dan bingkai yang kembali ku susun bagai permainan puzzle.
Ku pandangi foto yang sebelumnya berserakan di lantai itu. Sejenak ku pandang foto itu, beribu kenangan indah bersama April terlintas dibenakku. Kian ku pandang wajah itu, kian terhirislah jantung hatiku. Seolah April yang ku simpan dalam hatiku tengah mengamuk merobek-robek setiap sudut organ terpentingku.
“Tak mungkin aku hanya berdiam diri di sini sementara ada seorang gadis yang tengah merintih oleh perbuatanku” Begitu gumamku.
Aku beranjak dari tempat tidur berselimut lambang LA Lakers-ku. Jaket putih bercorak kotak-kotak langsung kusandang. Sesaat kemudian aku telah berada di atas motorku yang sudah tiga tahun tak aku tunggangi. Raungan motor itu memecah kesunyian senja. Dan akupun bergegas menuju rumah April dan meninggalkan helm kesayanganku tergantung di sudut garasi.
“Malam-malam egini pasti tak ada polisi yang bertugas” Begitu pikirku.
Diujung jalan, terdapat taman yang biasanya menjadi tempat Aku dan April menghabiskan senja di sore hari. Sambil terus mengendara, aku pandangi setiap sisi taman itu. Yang muncul dibenakku adalah saat dimana Aku dan April benar-benar menghitung keliling taman itu dengan langkah kaki kami. Uniknya keliling taman itu adalah 1404 kaki, serasi dengan tanggal aku bertemu April di hari ulang tahunnya, 14 April 2007.
Sesaat kemudian kupalingkan wajahku dari taman itu. Menjadi sangat mengejutkan ketika kulihat didepanku ada motor lain dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dengan seluruh kemampuanku, aku mencoba untuk menghindarinya.
Nyaris saja kendaraan itu bertabrakan denganku. Namun aku tak menghentikan laju motorku. Aku memperhatikan dari kaca spionku, dan kulihat keramaian tepat di sekitar tempat aku menghindari motor itu. Aku berpikir sepertinya kendaraan itu telah menabrak orang lain.
Beberapa saat berlalu, kini aku telah sampai didepan gerbang sebuah rumah yang cukup megah. Aku mengetuk pintu pagar berwarna hijau itu. Namun sepertinya tak ada yang mendengar. Aku perhatikan Satpam penjaga rumah itu tengah asyik bermain catur dengan tukang kebun. Maka aku berinisiatif untuk langsung masuk saja.
Aku tersenyum kepada kedua penjaga rumah itu. Sejenak ia memperhatikanku yang tengah menutup pintu gerbang itu, sesaat kemudian ia kembali asyik bermain catur. Aku berpikir setidaknya itu adalah isyarat bahwa ia mengizinkanku masuk.
Di sebuah kursi halaman rumah itu aku melihat seorang wanita yang tengah duduk terpaku. Wanita dengan baju berwarna biru langit itu terlihat begitu indah diantara bunga-bunga yang kian layu. Dari kejauhan aku tatap matanya yang lembab. Mata itu tengah menatap bintang kecil dilangit yang secara perlahan mulai menunjukkan dirinya.
“April” aku coba menyapanya.
Namun tak ada sahutan. Seolah jiwanya telah dibawa oleh bintang-bintang itu.
“April” aku kembali mencoba menyapanya.
Dan ia belum menjawab sapaan lembutku itu. Semula aku berpikir bahwa ia sudah tak ingin lagi bertemu denganku, terlebih untuk berbicara denganku.
“Tuhan, jika hari ini harus menjadi hari terakhirku bertemu dengannya, aku ikhlaskan hal itu. Namun lunakkanlah hatinya untuk berbicara denganku” do’aku dalam hati.
“April” Sapaku lagi.
Perlahan ia menoleh sambil berusaha menghapus air mata yang telah membanjiri segenap kelopak matanya. Seolah ia mendengar do’a yang baru saja aku ucapkan.
“Ternyata kau. Untuk apa lagi kau menemuiku?” Tanyanya dengan nada yang goyah.
Ia berdiri dan berusaha pergi meninggalkan ku yang berdiri dengan detak jantung yang kurasakan seperti ketika pertama kali aku bertemu dengannya. Aku meraih tangannya dengan harapan ia tak akan pergi meninggalkanku.
“Tahukah kau, di setiap jengkal jarak aku meninggalkanmu telah ku sematkan sebuah kata cinta. Tahukah kau, disetiap detik aku jauh darimu disetiap aliran darahku selalu merindukanmu. Tahukah kau...” Ungkapku.
“Lalu seberapa kau tahu setiap hembus nafasku yang terselip pada tali temali selalu menanyakanmu? Seberapa kau tahu setiap tetes darah yang menetes dari lenganku selalu menantimu? Seberapa kau tahu cepatnya otakku berpikir yang berlomba dengan aliran peluru membelah udara selalu mengharap secepat itulah kau akan menemuiku?” Ucapnya menyela kata-kataku.
Aku terdiam, tak sanggup menjawab ungkapan isi hatinya yang tersirat pada ucapannya yang kian bergetar dengan suara yang keras itu. Teringat ku pada ucapan Rindi bahwa April beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya. Dan kini aku mendengar sendiri dari mulut April tentang hal itu.
Sejenak aku menatap ke arah kedua penjaga rumah yang tadinya bermain catur itu. Merekapun menatap kearah kami berdua, namun kemudian kembali bermain catur karena takut dimarahi oleh tuan rumahnya yang berada dihadapanku. Dari gerakan bibirnya seolah mereka menanyakan apa yang terjadi pada nyonya kecilnya hingga menangis seperti itu.
Aku mencoba mengangkat wajahku memberanikan diri menatap mata April yang kembali basah oleh air mata. Aku menyadari bahwa ribuan kata yang ku rangkai tak akan mampu membuka ruang maaf dihati Arpil. Aku menarik tangan april yang sedari tadi aku genggam, dan memeluk tubuhnya. Aku berharap bahwa pelukan ini akan menyampaikan setiap kerinduan, cinta dan kasih sayang yang terselip dihatiku kepada hati April yang ku khawatirkan telah membeku.
Dan, benar saja. April terhanyut dan terbuai dalam pelukan itu. Ia begitu memahami setiap pelukanku yang mewakili setiap kata yang ingin ku ungkapkan. Dan ia memaafkanku.
“Apakah negeri seberang telah membuat tubuh dan hatimu menjadi dingin dan membeku?” Tanyanya dengan tubuh yang gemetar seolah merasakan rasa dingin yang teramat sangat dalam pelukanku.
Belum sempat aku menjawabnya, ia melepaskan pelukan panjang itu seiring adanya suara dari dalam rumah yang memanggilnya.
“April, Ada telepon dari Rindi” Suara itu memecah keheningan.
April segera mengusap air matanya sambil bergegas masuk kedalam rumah. Sambil memberikan senyuman, ia menarik tanganku mengajakku masuk.
“Aku tunggu disini saja” Ucapku sesampainya didepan pintu.
“Halo, April” Suara ditelpon itu terdengar sangat tergesa-gesa.
“Iya. Ada apa, Rin?” Tanya April dengan suara yang tak lagi bergetar.
“Bagas. Dia kecelakaan. Dia tabrakan motor di dekat taman di ujung jalan rumahnya” Ucap Rindi
“Ach. Kamu jangan bercanda. Bagas sekarang sedang ada dirumahku. Aku baru saja berbincang dengannya” Ucap April.
Aku yang mendengar kabar itu sangat terkejut. Aku teringat pada kecelakaan saat aku tengah menuju rumah April. Kemudian aku segera menuju lokasi kecelakaan itu tanpa berpamitan pada April. Mungkin pergi tanpa berpamitan telah menjadi kebiasaan terburukku.
Aku berjalan melewati kedua penjaga rumah itu. Dengan isyarat menundukkan kepala, aku berpamitan kepada mereka berdua dengan harapan jika April mencariku, mereka bisa memberitahu kepada April bahwa aku telah pergi. Namun keduanya kembali asyik bermain catur seolah tak memperdulikan kepergianku.
Sementara itu April masih bingung dengan penjelasan Rindi. Ia benar-benar tak mengerti. Baru saja ia bertemu dan berpelukan mesra dengan Bagas. Namun disaat yang sama ia mengetahui bahwa orang yang ia peluk telah mengalami kecelakaan.
April menutup telponnya dan pergi keluar untuk menemuiku. Namun, ia tak mendapatiku ditempat aku berdiri sebelumnya. Ia menanyakan kepada penjaga rumah yang harusnya dari tadi melihat Bagas. Namun penjaga itu tidak mengetahui pria yang dimaksud oleh April.
Maka April masuk kerumahnya dan kembali menghubungi Rindi.
“Rin, apa benar yang kau katakan tadi? Lalu dimana Bagas sekarang?” Tanya April panik.
“Aku sekarang ada dirumah Bagas” Terang Rindi.
“Aku segera kesana” Ucap April memotong pembicaraan.
April segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju rumahku. Pikirannya benar-benar berkecamuk. Ia benar-benar bingung, bagaimana mungkin Bagas mengalami kecelakaan sedangkan Bagas tengah bersamanya. Lalu perginya Bagas secara tiba-tiba dari rumahnya membuatnya bertambah panik.
Sementara itu, aku telah sampai di tempat di mana kecelakaan itu terjadi. Aku melihat darah hampir membasahi jalanan sempit itu. Sisa-sisa kecelakaan masih berserakan ditempat itu. Aku melihat motorku telah terbaring di samping jalan itu.
Hal itupun membuatku bingung. Jika itu benar motorku, lalu bagaimana aku bisa sampai kerumah April. Aku mendekat kearah motor yang telah ringsek itu. Dan benar juga, itu benar-benar motorku. Lalu aku melihat sekeliling berusaha mencari kendaraan yang kugunakan kerumah April. Namun aku tak menemuinya. Maka akupun bergegas berlari menuju rumahku.
Dari kejauhan aku melihat keramaian dirumah mungilku itu. Aku kian mendekat dengan wajah ingin tahu sembari menegur sapa orang-orang yang aku temui. Namun mereka tak menjawabku, seolah mereka tak melihatku sama sekali didalam kedukaannya.
Aku mencoba masuk kedalam rumah diantara keramaian orang dengan isak tangisnya. Di tengah keramaian itu aku melihat sesosok tubuh yang terbaring kaku. Beberapa orang mengafaninya, sementara yang lainnya membacakan ayat-ayat Al-qur’an dengan linangan air mata dipipinya.
Aku berusaha mengenali sosok itu. Dan aku sangat terkejut ketika mendapati wajah itu adalah wajahku. Aku berusaha tak mempercayai bahwa aku telah tiada. Toh, aku berada di sini menyaksikan keramaian ini.
Belum usai keterkejutanku, aku menatap mobil berwarna jingga yang berhenti dihalaman rumahku. Seorang wanita yang tak lain adalah April dengan tergesa-gesa turun dari mobil itu dan segera masuk kedalam rumah.
April segera menghampiri aku yang terbaring di sisi ibuku dan beberapa teman terbaikku. Ia segera membuka kain yang menutupi jasad itu. Sesaat ia terdiam dan tak mempercayai apa yang ia lihat. Kemudian ia tertunduk lemah yang menunjukkan ketidak kuasaannya menerima hal ini. Ia pun mendapatiku yang telah pergi selamanya.
Rindi dan ibuku membawanya kedalam kamar untuk mengistirahatkannya. Aku berusaha memanggil Rindi dan ibuku, namun keduanya tak mendengarkan.
“April, kau harus terima kenyataan ini” ucap Rindi setelah April siuman.
“Bagaimana mungkin ini terjadi? Baru satu jam yang lalu aku bersama Bagas” Ucap April.
“April, tapi Bagas mengalami kecelakaan dua jam yang lalu. Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa menemuimu” Ucap Rindi berusaha menegarkan.
Aku hanya terdiam diluar kamar. Aku menatap tanganku yang kian terlihat transparan. Begitupun dengan sekujur tubuhku. Kini aku menyadari bahwa aku memang benar-benar telah tiada.
Korban keelakaan itu benar-benar aku. Kecepatan motor itu sangat tinggi, ditambah lagi dengan aku yang tak fokus pada jalanan. Sehingga mengakibatkan aku tak punya waktu yang cukup untuk mengelak dari keelakaan itu.
Ban motorku beradu dengan motor dihadapanku. Aku terpental beberapa meter dan tewas ditempat. Pun begitu dengan pengendara motor lainnya. Namun ia sedikit lebih beruntung. Ia memakai helm sehingga menghindarkannya dari benturan.
“April” Ibuku yang tiba-tiba masuk menyapa April.
”Ibu menemukan ini dimeja kamar Bagas. Sepertinya ia menulis ini untukmu” Sambung Ibuku.
Benar, dalam kesendirianku sebelum pergi ke rumah April, aku merangkai kata demi kata dalam ayunan pena yang menari diatas kertas berwarna putih itu.
Rindi pergi meninggalkan Arpil sendiri di kamar itu. Menunjukkan bahwa ia memberikan kesempatan bagi April untuk sepuasnya membaca surat terakhir dari Bagas itu.
April,
Aku tak tahu alasan Tuhan mempertemukan kita.
Aku pun tak tahu alasan aku mencintaimu.
Terlebih alasan bagiku untuk hidup tanpa dirimu.
Dan Akupun tak tahu alasan Tuhan memisahkan kita
Karna itu,
Jika seandainya Tuhan harus mengakhiri kebersamaan ini.
Aku ikhlaskan hal itu.
Karna aku tak tahu alasan yang tepat untuk menolaknya.
Hanya do’aku.
Di ujung nafasku, izinkan aku memelukmu
Dan menyebut namamu sebelum nama-Nya.
Akupun masuk kedalam kamar, menatap April yang berlinang air mata. Ia berdiri seolah menyadari kehadiranku. Aku bergegas menuju kearahnya dan segera memeluknya. Diapun terdiam seperti merasakan pelukan itu.
Tubuhku kian terkikis oleh waktu, sepertinya Tuhan benar-benar memberikan batasan waktu bagiku untuk bertemu dengan April. Hingga dikesempatan terakhirku memeluknya, aku membisikkan sesuatu di telinga April.
“April, Aku mencintaimu. Biarkan Tuhan mempertemukan kita pada kehidupan yang lain” Ucapku lirih.
Seiring berakhirnya kata-kata itu, Akupun benar-benar menghilang. Yang tersisa hanyalah sosok tubuh yang terbaring diruang tamu yang tak lama lagi akan termakan oleh tanah.
GOMBAL ABIS
Cinta tak akan pernah sekalipun mengetahui tingkat kedalamannya,
Bila ia belum diterkam oleh perpisahan.
Aku datang atas nama cinta
Dan kini kau datang membawa putih cintamu yang begitu manis
Melekat dalam relung jiwaku.
Jika kegelapan menyembunyikan pepohonan dan bunga-bunga dari penglihatan kita.
Ia tidak akan menyembunyikan cinta dalam hati kita.
Andaikan saja aku berani berkata cinta.
Kini diriku merasa lelah memendam rasa.
Ingin kuungkapkan semua, meski tanpa akhir terindah.
Meski cinta tak terbalaskan,
tapi tetap akan kutunggu hingga engkau hanya memikirkanku seorang.
Cinta adalah misteri yang sulit dimengerti.
Cinta merupakan anugerah bagi insan manusia.
Cinta adalah kebahagiaan yang terpancar dalam diri seseorang, meski terkadang cinta juga meninggalkan rasa sakit.
Adakah cinta abadi?
Akankah cinta selalu bersemi?
Cinta berpuisi seribu makna.
Bertahun-tahun perjalanan cinta yang tak pernah terpisahkan oleh waktu dan jarak.
Berharap datangnya cinta bagai bunga di musim lalu,
dan mengharap turunnya hujan.
Kupercaya akan janji,
seperti kupercaya terbitnya matahari esok pagi.
Anganku tak berhenti bersajak.
Walau kutahu, kau tak pernah menganggap diriku ada,
Meski rasa letih mendera,
Aku tak akan pernah melepaskannya lagi.
Kau hanya mimpi yang tak akan menjadi nyata hingga segala rasa harus padam dan berakhir.
Kan selalu kurasakan hadirmu antara ada dan tiada.
Dingin angin malam membawa khayalan kian pasti.
Kugantung impian dan asa,
Dan aku berjanji tidak akan mengecewakan dirinya.
Mencintaimu setulus hati,
Mengarungi lautan untuk mendapatkan cinta suci.
Tak akan pernah menduakanmu walaupun terpisah jarak dan perbedaan.
Tak semua kata dapat terucap,
Lain di mulut lain di hati.
Suatu hari nanti, kau akan tahu,
Rasa cinta yang tersimpan.
Nikmatilah cinta dengan kasih putih,
Maka akan lahir cinta sejati.
Mengagumimu apa adanya dan menjadi inspirasi dalam hidupku.
Membangkitkan rasa cintaku menjadi tak terbatas.
Kini, kuserahkan diriku apa adanya.
Tak akan pernah tahu,
Kemana mata hati melangkah dan berpijak.
Sosokmu hanya banyang semu di hati.
Abadilah asa bersama mimpiku.
Sesaat mengenal telah menambah arti dalam hidupku.
Kudapatkan anugerah terindah di bulan penuh berkah.
Tanpa kata janji, hanya ungkapan cinta dan saling pecaya.
Berdua kita jelang masa depan bersama dalam satu cinta,
Abadi selamanya.
Rindu akan belaianmu, kasih sayang, dan ketegaranmu.
Walau semua itu t’lah berlalu,
Tapi takkan pernah terlupakan hingga akhir hayatku.
Saat bertemu, aku tak peduli.
Saat kau pergi, aku selalu menantimu.
Apakah ini namanya cinta?
Kau datang disaat keegoisan akan cinta tengah mendera.
Membawa cahaya dan kedamaian,
Membuatku tidak mudah menyerah untuk merengkuh kisah cinta bersamamu.
Dalam hati aku menanti,
Kuserahkan hati sebagai tanda ketulusan cinta.
Meski adakah cinta yang tulus setelah sekian lama lelah mencari.
Kapankah perjalanan ini kan berakhir?
Penderitaanku adalah bayangan gelap bagi dirimu,
Saat kesetiaan menjadi alasan untuk mencampakanku!
Aku takkan lari dari cintamu yang selalu memasungku.
Sesuatu yang terbesar dalam hidup ialah mengampuni orang yang menyakiti kita
Dan tetap mengasihinya.
Jangan pernah berkata selamat tinggal jika masih ingin mencoba.
Jangan pernah menyerah selama merasa masih dapat maju.
Jangan pernah berkata ya bila tidak menyukainya.
Untuk apa bicara cinta, jika hatimu tak terbuka.
Untuk apa bicara cinta, jika matamu tak bercahaya.
Untuk apa bicara cinta, jika hanya membuatmu menderita.
Bagiku, dirimu adalah Sang Cinta
Apakah arti cinta jika tidak saling mengerti satu sama lain.
Jika keegoisan yang muncul, itu bukanlah cinta.
Seseorang tak akan pernah menyadari dalamnya rasa cinta
Sampai tiba saat perpisahan.
Cinta bagaikan sepasang burung yang tumbuh melalui jiwa, rasa dan raga.
Cinta dapat dimiliki melalui perasaan dua hati.
Kuingin lebih mencintaimu sebelum saat lepaskan tubuhku.
Kuingin rasakan cintamu seutuhnya sebelum saat tinggalkan jiwaku.
Cumbuilah cintaku, belailah hatiku dan peluklah erat jiwaku untuk selamanya.
Cinta adalah saling memiliki.
Kasih sayang adalah saling memberi.
Cinta adalah kejujuran.
Mencintai bukan untuk saling menghianati.
Apakah cinta itu?
Hingga kini masih kunanti hadirnya di relung hatiku.
Cinta tak harus memiliki dan mencintai bukanlah menguasai.
Biarlah kumencintai dengan caraku sendiri.
Jangan sebut cinta abadi jika hanya ingin merasakannya.
Hiduplah cinta dan tinggallah di dalamnya maka cinta itu akan kekal.
Laksana kumbang yang terjebak dalam taman mawar berduri.
Leluasa menikmati tebaran keharumannya.
Namun tak kuasa untuk memetiknya.
Tak kuasa bebas dari belenggu duri.
Cinta tak harus memiliki tapi hanya bisa dirasakan.
Berpisah tak harus ada rasa benci.
Hanya cinta yang mampu mengatasinya.
Cinta dapat melahirkan kebahagiaan dan kebencian.
Cinta bukanlah segalanya.
Tak perlu berlebihan memperlakukannya.
Cintailah sang pencipta cinta.
Adakalahnya cinta datang tiba-tiba.
Adakalahnya cinta datang walau hanya sesaat.
Adakalahnya cinta datang hanya di bibir saja.
Tapi cintaku untuk selamanya, dan namamu terukir dilubuk hatiku.
Jika ditakdirkan untuk bersama,
Kutak ingin hanya janji dan kata setia.
Cinta butuh kepastian yanhg nyata.
Saat kutatap wajah sang malam.
Dirimu hadir dalam tatapan mataku.
Begitu lekat dalam hembusan bayu.
Serasa lembut nafasmu menyapu rinduku.
Sejak pertama bertemu, ada getar di hati walau hanya sekejap.
Saat saling mengenal telah membingkai kenangan manis.
Meski tak bisa bersama tapi bayangmu menghiasi hari –hariku.
Meskipun jarak memisahkan tapi rasa sayang tetap ada walau hanya di hati saja.
Untuk rembulan di sayab Jibril.
Aku selalu menanti di tepi kematianku.
Tapi aku tak kuat menanti lama dan mengubur rindu di pusara jiwaku.
Kubiarkan kerinduan itu mengembara, melayang dalam dimensi hening.
Kujaga aurora mata hati yang datang menyapaku
Cowok : Sepertinya malam ini terasa gelap sekali
Cewek : kenapa gitu bang
Cowok : karena bintangnya ada disisiku.
Jika aku disuruh memilih…
Untuk bernapas atau mencintaimu.
Aku akan menggunakan napas terakhirku untuk mengatakan “aku mencintaimu”
Jika ada 100 orang yang mencintai kamu pastilah aku salah satu dari mereka
Jika ada 10 orang yang mencintai kamu pastilah aku juga salah satu dari mereka
Jika tak ada 1 orang pun yang mencintai kamu pastilah saat itu aku sudah tidak ada di dunia, karena aku tidak bisa memilikimu
Cowok : eh jangan duduk deket bunga-bunga
Cewek : loh emang kenapa ?
Cowok : nanti bunga-bunganya layu
Cewek : kok bisa ?
Cowok : mereka layu karena mereka malu kalah cantik sama kamu
Cowok : kenapa malem ini gelap banget ya
Cewek : mendung kali bang
Cowok : kayaknya nggak dech
Cewek : trus napa bang
Cowok : soalnya bulannya sedang menerangi dan menemaniku disini
Cowok : bapak kamu maling ya?
Cewek : ih…..kow jahat si bapak ku dibilang maling kow gitu?
Cowok : iya soalnya kamu pintar banget mencuri hatiku
Lo tatap dia dengan penuh perasaan, trus ketika dia nanya “Lo kenapa sih?”
Lo tanya ke dia “Sakit ga sih?”
Cewek : Sakit kenapa?
Lo: Bidadari kaya lo, jatuh dr langit.. Sakit ga sih?
Cowok : Neng kamu capek gak?
Cewek : Hah? (bingung)
Cowok : Soalnya eneng berlari-lari terus di pikiran abang
paling enggak nyambung kamu tau gak..
Pemilu kemaren aku gak milih sby..
Tapi Aku milih kamu
Aku udah pernah jatuh dari jembatan,
aku udah pernah jatuh dari tangga.
Semuanya gak enak.
Tapi ada satu jatuh yang paling enak, yaitu jatuh
cinta sama kamu
Yank...
Rasa kangen aku sama kamu ibarat mencret...
Susah nahannya …
co : Akhirnya.. ketemu jg…
ce : ??? Ketemu apanya?
co : Tulang rusuk gw yg hilang…
cowok : boleh nanya nga?
cewek : nanya apaan?
cowok : bapak km dulu astronot yah?
cewek : ga tuh, emank knp?
cowok : AKU LIHAT BINTANG DIMATAMU
Co : Hei punya korek ga?
Ce : Ga punya..
Co : Klo nama punya kan?
Cowo : Mbak-mbak, maaf ya…
Cewe : Knapa?
Cowo : Minta tolong sebentar jangan bergerak…
Cewe : ?? Emang knapa mas? (Bingung karna ga kenal ama si cowo)
Cowo : Saya perlu bukti, jadi saya foto sebentar pake Handphone saya ya.. (cklik!! sambil ambil foto pake HP)
Cewe : ????? (tambah bingung) Bukti buat apa ya???
Cowo : Ngga Kmaren temen saya bilang ga ada tuh yang namanya “Cewek secantik bidadari”. Dengan foto ini saya mau tunjukin kalo dia salah.
Cewe : ???????? Oya? (Mukanya merah) Nama mas siapa?Selanjutnya terserah anda.
Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, 'Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?
Aku tercipta hanya untuk mencintai dirimu
Dan izinkan aku untuk terus begitu.
Aku bersedia menjadi lilin,
Membakar diriku untuk menerangi dirimu.
Berpisah dengamu sedetik saja bagaikan 1000 tahun.
Untuk rayuan gombal ini jangan sampai si cewek tanya “emang umur lu berapa”
Seandainya kau adalah bunga,
biarkan diriku menjadi POT untuk menjagamu.
Lihat di sana sayang!
Matahari terbenam begitu indah, (sambil menatap pasangan)
Walau begitu, itu tak dapat menandingi keindahan dirimu.
Dunia ini hanya milik kita berdua sayang.
Yang lainnya hanya ngontrak
Jadul punya coy...
Tahu nggak say,
Aku kemarin nggak bisa bangun dari tidur karena terus memimpikanmu.
Dijamin sukses membuat cewek tersipu malu
Aku tidak bisa makan karena ingat kamu.
Aku tidak bisa mandi karena ingat kamu. Aku tidak bisa tidur karena ingat kamu.
Sudah umum sih tapi tingkat keberhasilannya itu lho! Mantap.
Walau aku tidak bisa berpuisi,
amun saat melihat tatap matamu,
Tiba-tiba aku menjadi seorang penyair BESAR yang selalu memujamu.
Ini Dari kasino warkop
Aku dengar bisikan angin sampaikan pesanmu padaku.
Aku rasakan tetesan embun sebagai lambang kasih sayangmu.
Kulihat pelangi hati sebagai gambaran cintamu padaku.
Kurasakan ketulusan, kejujuran, dan kesetiaanmu padaku.
Kini aku menyadari bila dirimu kau sangat sayang padaku.
Tapi semua terasa menjadi tiada indah tanpa dirimu.
Kan kujaga semua yang pernah kau berikan padaku, cinta.
Kukirimkan malam ini cinta suciku untukmu bersama hembusan angin teduh.
Kusalurkan kasih sayangku melalui pori-pori jiwaku,
untuk bekal tidur yang kau jenjang dalam dekapan kasih membelai jiwamu.
Saat pertama kali bertemu, dirimu selalu hadir dalam hatiku.
Waktu berjalan bersama bayangmu, inginnya selalu dekat denganmu.
Lembayung tergores kelam, menjelajah anganku pilu.
Getar kasihmu dalam badai,
Tinggalkan mimpi menuju harapan.
Adakah harapan itu untukku?
Bila bunga cinta gugur menyelubungi hatiku yang sepi dan pudar bersama cinta.
Tiada hal yang terindah selain cinta.
Cinta yang lahir dari hati.
Ingin meraih kembali cintamu menjadi kenyataan.
Saat diriku dalam siksaan cinta, dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkanku.
Untuk apa berlari dalam kelam?
Sedang kabut pun tak mau menyibak.
Biarlah semua berlalu, mimpi pun aku tak ingin.
Meski rindu ini tercipta untukmu.
Adakah di hatimu terbesit satu harapan untuk berjanji selamanya bersamaku?
Andai dirimu berada disini untuk membuka kembali jalan cinta.
Ada rasa rindu disana yang mengisi relung hati.
Adakah rindu di hatimu seperti yang kurasakan?
Kutahu kau mencintaiku saat kulihat binar matamu bersinar saat menatapku, teduh dan hangat. Kutahu kaulah tempatku bersandar dan berlindung.
Mengapa harus berjumpa saat diriku telah berdua?
Ingin diriku lari dari kenyataan bersama hasratku bersamamu.
Namun kutak kuasa melawan sumpah yang telah terucap.
Cinta pandangan hati adalah anugerah.
Cinta yang tumbuh dari hati meninggalkan rasa sayang yang sangat mendalam.
Bila seseorang dapat merasakan cinta yang tumbuh dari hati,
Itulah yang disebut cinta sejati.
Ingin kututurkan kata demi kata,
Tentang perasaanku padamu.dirimu adalah cahaya dalam hatiku?
Semoga kita dapat bersatu.
Cinta tak akan pernah sekalipun mengetahui tingkat kedalamannya,
Bila ia belum diterkam oleh perpisahan.
Aku datang atas nama cinta
Dan kini kau datang membawa putih cintamu yang begitu manis
Melekat dalam relung jiwaku.
Jika kegelapan menyembunyikan pepohonan dan bunga-bunga dari penglihatan kita.
Ia tidak akan menyembunyikan cinta dalam hati kita.
Andaikan saja aku berani berkata cinta.
Kini diriku merasa lelah memendam rasa.
Ingin kuungkapkan semua, meski tanpa akhir terindah.
Meski cinta tak terbalaskan,
tapi tetap akan kutunggu hingga engkau hanya memikirkanku seorang.
Cinta adalah misteri yang sulit dimengerti.
Cinta merupakan anugerah bagi insan manusia.
Cinta adalah kebahagiaan yang terpancar dalam diri seseorang, meski terkadang cinta juga meninggalkan rasa sakit.
Adakah cinta abadi?
Akankah cinta selalu bersemi?
Cinta berpuisi seribu makna.
Bertahun-tahun perjalanan cinta yang tak pernah terpisahkan oleh waktu dan jarak.
Berharap datangnya cinta bagai bunga di musim lalu,
dan mengharap turunnya hujan.
Kupercaya akan janji,
seperti kupercaya terbitnya matahari esok pagi.
Anganku tak berhenti bersajak.
Walau kutahu, kau tak pernah menganggap diriku ada,
Meski rasa letih mendera,
Aku tak akan pernah melepaskannya lagi.
Kau hanya mimpi yang tak akan menjadi nyata hingga segala rasa harus padam dan berakhir.
Kan selalu kurasakan hadirmu antara ada dan tiada.
Dingin angin malam membawa khayalan kian pasti.
Kugantung impian dan asa,
Dan aku berjanji tidak akan mengecewakan dirinya.
Mencintaimu setulus hati,
Mengarungi lautan untuk mendapatkan cinta suci.
Tak akan pernah menduakanmu walaupun terpisah jarak dan perbedaan.
Tak semua kata dapat terucap,
Lain di mulut lain di hati.
Suatu hari nanti, kau akan tahu,
Rasa cinta yang tersimpan.
Nikmatilah cinta dengan kasih putih,
Maka akan lahir cinta sejati.
Mengagumimu apa adanya dan menjadi inspirasi dalam hidupku.
Membangkitkan rasa cintaku menjadi tak terbatas.
Kini, kuserahkan diriku apa adanya.
Tak akan pernah tahu,
Kemana mata hati melangkah dan berpijak.
Sosokmu hanya banyang semu di hati.
Abadilah asa bersama mimpiku.
Sesaat mengenal telah menambah arti dalam hidupku.
Kudapatkan anugerah terindah di bulan penuh berkah.
Tanpa kata janji, hanya ungkapan cinta dan saling pecaya.
Berdua kita jelang masa depan bersama dalam satu cinta,
Abadi selamanya.
Rindu akan belaianmu, kasih sayang, dan ketegaranmu.
Walau semua itu t’lah berlalu,
Tapi takkan pernah terlupakan hingga akhir hayatku.
Saat bertemu, aku tak peduli.
Saat kau pergi, aku selalu menantimu.
Apakah ini namanya cinta?
Kau datang disaat keegoisan akan cinta tengah mendera.
Membawa cahaya dan kedamaian,
Membuatku tidak mudah menyerah untuk merengkuh kisah cinta bersamamu.
Dalam hati aku menanti,
Kuserahkan hati sebagai tanda ketulusan cinta.
Meski adakah cinta yang tulus setelah sekian lama lelah mencari.
Kapankah perjalanan ini kan berakhir?
Penderitaanku adalah bayangan gelap bagi dirimu,
Saat kesetiaan menjadi alasan untuk mencampakanku!
Aku takkan lari dari cintamu yang selalu memasungku.
Sesuatu yang terbesar dalam hidup ialah mengampuni orang yang menyakiti kita
Dan tetap mengasihinya.
Jangan pernah berkata selamat tinggal jika masih ingin mencoba.
Jangan pernah menyerah selama merasa masih dapat maju.
Jangan pernah berkata ya bila tidak menyukainya.
Untuk apa bicara cinta, jika hatimu tak terbuka.
Untuk apa bicara cinta, jika matamu tak bercahaya.
Untuk apa bicara cinta, jika hanya membuatmu menderita.
Bagiku, dirimu adalah Sang Cinta
Apakah arti cinta jika tidak saling mengerti satu sama lain.
Jika keegoisan yang muncul, itu bukanlah cinta.
Seseorang tak akan pernah menyadari dalamnya rasa cinta
Sampai tiba saat perpisahan.
Cinta bagaikan sepasang burung yang tumbuh melalui jiwa, rasa dan raga.
Cinta dapat dimiliki melalui perasaan dua hati.
Kuingin lebih mencintaimu sebelum saat lepaskan tubuhku.
Kuingin rasakan cintamu seutuhnya sebelum saat tinggalkan jiwaku.
Cumbuilah cintaku, belailah hatiku dan peluklah erat jiwaku untuk selamanya.
Cinta adalah saling memiliki.
Kasih sayang adalah saling memberi.
Cinta adalah kejujuran.
Mencintai bukan untuk saling menghianati.
Apakah cinta itu?
Hingga kini masih kunanti hadirnya di relung hatiku.
Cinta tak harus memiliki dan mencintai bukanlah menguasai.
Biarlah kumencintai dengan caraku sendiri.
Jangan sebut cinta abadi jika hanya ingin merasakannya.
Hiduplah cinta dan tinggallah di dalamnya maka cinta itu akan kekal.
Laksana kumbang yang terjebak dalam taman mawar berduri.
Leluasa menikmati tebaran keharumannya.
Namun tak kuasa untuk memetiknya.
Tak kuasa bebas dari belenggu duri.
Cinta tak harus memiliki tapi hanya bisa dirasakan.
Berpisah tak harus ada rasa benci.
Hanya cinta yang mampu mengatasinya.
Cinta dapat melahirkan kebahagiaan dan kebencian.
Cinta bukanlah segalanya.
Tak perlu berlebihan memperlakukannya.
Cintailah sang pencipta cinta.
Adakalahnya cinta datang tiba-tiba.
Adakalahnya cinta datang walau hanya sesaat.
Adakalahnya cinta datang hanya di bibir saja.
Tapi cintaku untuk selamanya, dan namamu terukir dilubuk hatiku.
Jika ditakdirkan untuk bersama,
Kutak ingin hanya janji dan kata setia.
Cinta butuh kepastian yanhg nyata.
Saat kutatap wajah sang malam.
Dirimu hadir dalam tatapan mataku.
Begitu lekat dalam hembusan bayu.
Serasa lembut nafasmu menyapu rinduku.
Sejak pertama bertemu, ada getar di hati walau hanya sekejap.
Saat saling mengenal telah membingkai kenangan manis.
Meski tak bisa bersama tapi bayangmu menghiasi hari –hariku.
Meskipun jarak memisahkan tapi rasa sayang tetap ada walau hanya di hati saja.
Untuk rembulan di sayab Jibril.
Aku selalu menanti di tepi kematianku.
Tapi aku tak kuat menanti lama dan mengubur rindu di pusara jiwaku.
Kubiarkan kerinduan itu mengembara, melayang dalam dimensi hening.
Kujaga aurora mata hati yang datang menyapaku
Cowok : Sepertinya malam ini terasa gelap sekali
Cewek : kenapa gitu bang
Cowok : karena bintangnya ada disisiku.
Jika aku disuruh memilih…
Untuk bernapas atau mencintaimu.
Aku akan menggunakan napas terakhirku untuk mengatakan “aku mencintaimu”
Jika ada 100 orang yang mencintai kamu pastilah aku salah satu dari mereka
Jika ada 10 orang yang mencintai kamu pastilah aku juga salah satu dari mereka
Jika tak ada 1 orang pun yang mencintai kamu pastilah saat itu aku sudah tidak ada di dunia, karena aku tidak bisa memilikimu
Cowok : eh jangan duduk deket bunga-bunga
Cewek : loh emang kenapa ?
Cowok : nanti bunga-bunganya layu
Cewek : kok bisa ?
Cowok : mereka layu karena mereka malu kalah cantik sama kamu
Cowok : kenapa malem ini gelap banget ya
Cewek : mendung kali bang
Cowok : kayaknya nggak dech
Cewek : trus napa bang
Cowok : soalnya bulannya sedang menerangi dan menemaniku disini
Cowok : bapak kamu maling ya?
Cewek : ih…..kow jahat si bapak ku dibilang maling kow gitu?
Cowok : iya soalnya kamu pintar banget mencuri hatiku
Lo tatap dia dengan penuh perasaan, trus ketika dia nanya “Lo kenapa sih?”
Lo tanya ke dia “Sakit ga sih?”
Cewek : Sakit kenapa?
Lo: Bidadari kaya lo, jatuh dr langit.. Sakit ga sih?
Cowok : Neng kamu capek gak?
Cewek : Hah? (bingung)
Cowok : Soalnya eneng berlari-lari terus di pikiran abang
paling enggak nyambung kamu tau gak..
Pemilu kemaren aku gak milih sby..
Tapi Aku milih kamu
Aku udah pernah jatuh dari jembatan,
aku udah pernah jatuh dari tangga.
Semuanya gak enak.
Tapi ada satu jatuh yang paling enak, yaitu jatuh
cinta sama kamu
Yank...
Rasa kangen aku sama kamu ibarat mencret...
Susah nahannya …
co : Akhirnya.. ketemu jg…
ce : ??? Ketemu apanya?
co : Tulang rusuk gw yg hilang…
cowok : boleh nanya nga?
cewek : nanya apaan?
cowok : bapak km dulu astronot yah?
cewek : ga tuh, emank knp?
cowok : AKU LIHAT BINTANG DIMATAMU
Co : Hei punya korek ga?
Ce : Ga punya..
Co : Klo nama punya kan?
Cowo : Mbak-mbak, maaf ya…
Cewe : Knapa?
Cowo : Minta tolong sebentar jangan bergerak…
Cewe : ?? Emang knapa mas? (Bingung karna ga kenal ama si cowo)
Cowo : Saya perlu bukti, jadi saya foto sebentar pake Handphone saya ya.. (cklik!! sambil ambil foto pake HP)
Cewe : ????? (tambah bingung) Bukti buat apa ya???
Cowo : Ngga Kmaren temen saya bilang ga ada tuh yang namanya “Cewek secantik bidadari”. Dengan foto ini saya mau tunjukin kalo dia salah.
Cewe : ???????? Oya? (Mukanya merah) Nama mas siapa?Selanjutnya terserah anda.
Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, 'Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?
Aku tercipta hanya untuk mencintai dirimu
Dan izinkan aku untuk terus begitu.
Aku bersedia menjadi lilin,
Membakar diriku untuk menerangi dirimu.
Berpisah dengamu sedetik saja bagaikan 1000 tahun.
Untuk rayuan gombal ini jangan sampai si cewek tanya “emang umur lu berapa”
Seandainya kau adalah bunga,
biarkan diriku menjadi POT untuk menjagamu.
Lihat di sana sayang!
Matahari terbenam begitu indah, (sambil menatap pasangan)
Walau begitu, itu tak dapat menandingi keindahan dirimu.
Dunia ini hanya milik kita berdua sayang.
Yang lainnya hanya ngontrak
Jadul punya coy...
Tahu nggak say,
Aku kemarin nggak bisa bangun dari tidur karena terus memimpikanmu.
Dijamin sukses membuat cewek tersipu malu
Aku tidak bisa makan karena ingat kamu.
Aku tidak bisa mandi karena ingat kamu. Aku tidak bisa tidur karena ingat kamu.
Sudah umum sih tapi tingkat keberhasilannya itu lho! Mantap.
Walau aku tidak bisa berpuisi,
amun saat melihat tatap matamu,
Tiba-tiba aku menjadi seorang penyair BESAR yang selalu memujamu.
Ini Dari kasino warkop
Aku dengar bisikan angin sampaikan pesanmu padaku.
Aku rasakan tetesan embun sebagai lambang kasih sayangmu.
Kulihat pelangi hati sebagai gambaran cintamu padaku.
Kurasakan ketulusan, kejujuran, dan kesetiaanmu padaku.
Kini aku menyadari bila dirimu kau sangat sayang padaku.
Tapi semua terasa menjadi tiada indah tanpa dirimu.
Kan kujaga semua yang pernah kau berikan padaku, cinta.
Kukirimkan malam ini cinta suciku untukmu bersama hembusan angin teduh.
Kusalurkan kasih sayangku melalui pori-pori jiwaku,
untuk bekal tidur yang kau jenjang dalam dekapan kasih membelai jiwamu.
Saat pertama kali bertemu, dirimu selalu hadir dalam hatiku.
Waktu berjalan bersama bayangmu, inginnya selalu dekat denganmu.
Lembayung tergores kelam, menjelajah anganku pilu.
Getar kasihmu dalam badai,
Tinggalkan mimpi menuju harapan.
Adakah harapan itu untukku?
Bila bunga cinta gugur menyelubungi hatiku yang sepi dan pudar bersama cinta.
Tiada hal yang terindah selain cinta.
Cinta yang lahir dari hati.
Ingin meraih kembali cintamu menjadi kenyataan.
Saat diriku dalam siksaan cinta, dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkanku.
Untuk apa berlari dalam kelam?
Sedang kabut pun tak mau menyibak.
Biarlah semua berlalu, mimpi pun aku tak ingin.
Meski rindu ini tercipta untukmu.
Adakah di hatimu terbesit satu harapan untuk berjanji selamanya bersamaku?
Andai dirimu berada disini untuk membuka kembali jalan cinta.
Ada rasa rindu disana yang mengisi relung hati.
Adakah rindu di hatimu seperti yang kurasakan?
Kutahu kau mencintaiku saat kulihat binar matamu bersinar saat menatapku, teduh dan hangat. Kutahu kaulah tempatku bersandar dan berlindung.
Mengapa harus berjumpa saat diriku telah berdua?
Ingin diriku lari dari kenyataan bersama hasratku bersamamu.
Namun kutak kuasa melawan sumpah yang telah terucap.
Cinta pandangan hati adalah anugerah.
Cinta yang tumbuh dari hati meninggalkan rasa sayang yang sangat mendalam.
Bila seseorang dapat merasakan cinta yang tumbuh dari hati,
Itulah yang disebut cinta sejati.
Ingin kututurkan kata demi kata,
Tentang perasaanku padamu.dirimu adalah cahaya dalam hatiku?
Semoga kita dapat bersatu.
DAMPAK POSITIF MEROKOK
2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
3. Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
4. Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
5. Baik untuk basa-basi / keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte CJDW kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.
6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.
7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
8. Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya:) sehingga se-olah² berkabut.
9. Menghilangkan bau wangi²an ruang bagi yang alergi bau parfum.
10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.
11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah, batuk² dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang lulus).
13. Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
14. Menambah kenikmatan: Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok!
15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.
16. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari.
17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat dikursi… Ha³ penderitaan itu pedih jendral…!!!
18. Film Koboy pasti lebih gaya kalau merokok sambil naik kuda, soalnya kalau sambil ngupil susah betul.
19. Teman boker yang setia.
20. Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir, sehingga seharusnya dicantumkan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan… Gile kali yeee.
Cerpen
SIAPA ITU
DI ATAS JEMBATAN
Matahari bersinar redup sore itu. Bunga-bunga yang hanya sedikit mendapatkan sinar sang surya tertunduk layu. Hanya burung-burung kecil saja yang menari riang beterbangan menangkap ikan-ikan kecil.
Aku berjalan menuju tempat wisata didekat rumahku. Meski menjadi objek wisata, namun tak banyak orang yang berkunjung. Rendahnya keinginan pihak berwenang untuk mengindahkan lingkungan tersebut menjadi alasan klasik para wisatawan.
Ditempat itu biasanya aku menghabiskan waktuku dengan renungan-renunganku. Tak jarang juga tempat itu menjadi sumber inspirasiku dalam menulis. Bahkan aku menjadikan sebuah bangku berukurang 2 x 1 meter di bawah pohon besar sebagai base campku. Letaknya yang menghadap kearah air terjun dan dikelilingi beberapa bunga yang bermekaran indah ketika musim hujan membuatku benar-benar merasa nyaman berada ditempat itu berjam-jam.
Di sore itu aku bermaksud mengerjakan tugas di base camp ku itu. Rumah kost ku yang berada dilingkungan ramai membuatku sulit untuk berkonsentrasi. Jika berada di base camp, setidaknya aku bias mengerjakan tugas dengan tenang ditemani burung-burung yang berkicau riang.
Ditengah kesibukanku mengerjakan tugas, mataku terusik oleh sosok seorang pria yang berdiri termangu di jembatan di atas air terjun.
“sejak aku datang, pria itu tak bergerak satu inch pun dari tempat ia berdiri. Apa yang sedang dilakukan pria itu” setidaknya begitu pikirku.
Aku mencoba untuk tetap berkonsentrasi dengan pekerjaanku, namun kehadiran pria itu benar-benar mengganggu pikiranku. Tak biasanya ada orang yang betah berada ditempat itu selain Aku. Tatapan pria itu yang hanya tertuju pada satu tempat saja membuat ku bertambah bingung. Sebagai orang yang baru ditempat itu, seharusnya matanya berkelana menikmati pemandangan yang memang cukup indah di sekitar tempat itu, bukannya hanya tarpaku disatu tempat saja.
Waktu berlalu, tugas yang dibebankan padaku berhasil aku selesaikan. Namun ketika aku melihat kearah pria itu, ternyata ia sudah tak ada lagi.
“Mungkin ia kecewa dengan tempat ini dan akhirnya memutuskan pergi dan tak akan kembali lagi Akhirnya rekorku sebagai manusia paling betah berada ditempat itu tak terpecahkan” gumamku sambil tersenyum.
Sore berikutnya, aku kembali ketempat itu meskipun tak ada tugas atau keinginan untuk menulis karya puisi. Aku sekedar ingin menghabiskan waktu luang ku dengan memandangi kupu-kupu yang hinggap di atas bunga mekar yang selalu kurawat.
Dari kejauhan mataku kembali tertuju pada sosok yang berdiri di atas jembatan merah itu. Tak sesuai perkiraanku kemarin, ternyata pria itu kembali datang. Berusaha tak memperdulikannya, aku segera menyeberang melintasi jembatan itu. Ketika berjalan dibelakangnya, sedikit aku mencuri pandang menatap kearahnya. Meski tertutup rambut lurusnya yang cukup panjang, sedikit dapat kuperhatikan tatapan matanya yang kosong tertuju pada batuan-batuan di bawah air terjun. Mungkin ia memang menyukai jenis-jenis batuan, atau hanya matanya yang menatap kearah batuan itu sedangkan pikirannya melayang jauh, aku tak tahu.
Sedikit langkahku tersandung pada susunan papan jembatan karena mataku terus menatap pada pria itu. namun hal itu tak sedikitpun mengubah reaksinya. Ia tetap saja diam terpaku. Langkah kakiku terus melangkah menuju ujung jembatan.
Aku menyibukkan diri dengan bunga-bungaku. Namun pikiranku tetap sulit untuk terlepas dari pria itu. Tak heran jika aku terus memikirkannya, wajahnya memang menjadi idaman setiap wanita. Dilihat dari kejauhanpun, penampilannya tetap memukau. Sungguh sangat beruntung wanita yang menjadi pendampingnya.
Hari kian senja. Aku lihat ia masih berdiri ditempat semula. Aku sedikit berpikiran buruk, mungkinkah ia telah tak bernyawa lagi. Atau justru ia akan berniat buruk padaku. Mengingat ditempat itu kini hanya ada aku dan dia.
Aku berniat menghampiri pria itu. Kian dekat dengannya, kian cepat juga jantungku berdetak. Aku memberanikan diri untuk menyapanya.
“hai. Kamu siapa? Sejak kemarin kau hanya berdiri disini. Apa yang sedang kau lakukan” begitu tanyaku.
Namun pria itu sama sekali tak menggubrisku. Ia tetap acuh seolah terhanyut dalam lamunannya. Membiarkanku sendiri terperangah merasa kesal dan bingung. Aku mencoba untuk menyentuh pundaknya. Namun ia sama sekali tak bergeming. Merasa takut, segera aku lepakan sentuhan lembutku.
Beberapa saat, pria itupun memutar tubuhnya. Tanpa melihat ke arah ku, ia langsung pergi meninggalkanku.
“Sombong sekali pria ini, apakah aku tidak cukup cantik untuk dilihat. Baru kali ini ada pria yang tidak terperangah melihatku. Disekolah saja sedikitnya sepuluh pria yang aku tolak untuk menjadi pacarku. Atau mungkin dia bukan manusia” Pikirku yang kemudian langsung berjalan pulang.
Hari ketiga sejak aku melihat pria misterius itu. Aku kembali menuju base camp ku.
“Semoga hari ini aku tak melihat pria aneh itu lagi” Harapku.
Meski lidahku berujar demikian, namun dalam hati aku berharap untuk dapat bertemu dengan pria itu. Aku berharap bisa ngobrol dan lebih dekat dengannya. Penampilan dinginnya telah membuatku terpesona. Tak banyak pria yang berani mengacuhkan wanita sepertiku.
Dari kejauhan aku tak melihat pria itu di atas jembatan. Aku mencoba untuk berjalan lebih dekat. Namun yang kulihat kerumunan orang yang berada dibawah jembatan di dekat air terjun. Rasa penasaran menyeretku untuk bergegas menuju keramaian itu.
Sesampainya di sana aku melihat beberapa wanita paruh baya tengah menangis tersedu-sedu. Tangisan itu begitu menyayat hati. Bagai raungan srigala yang terpisah dari rombongannya.
Aku menerobos beberapa orang yang berdiri di depanku. Kian dekat kian jelaslah apa yang tengah ditangisi oleh wanita-wanita itu. Sosok pria berlumuran darah diatas batu terjal. Aku mun makin mendekat, berusaha mengenali wajah yang berlumur darah itu.
Aku tersentak ketika berhasil mengenali sosok pria itu. Dia adalah pria yang selama dua hari ini aku lihat di atas jembatan. Kakiku bergetar, aku tak menyangka bahwa orang yang kemarin sempat ku sapa, namun kini telah tiada. Tatap matanya masih sama seperti yang kulihat selama dua hari ini. Tatapan mata yang seolah ingin menangis, namun air matanya telah habis. Tatapan mata yang begitu memancarkan rasa kehilangan, bagai tatapan burung Elang yang anaknya dimakan Rajawali.
Meski begitu, Aku tak menyangka bahwa ia akan mengambil tindakan itu. Selama dua hari aku melihatnya sebagai seorang yang begitu tegar. Walaupun ku tahu bahwa ia tengah memikul beban yang begitu berat. Akupun bertanya kepada seorang laki-laki yang berdiri disampingku.
“Maaf, Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanyaku sopan.
“Dia anakku, namanya Randy. Dia terjun bebas dari atas jembatan” Jawabnya.
“Mengapa dia mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini?” Tanyaku lagi.
“Dia adalah seorang anak yang cerdas, riang, dan penyayang. Dia punya kekasih yang cantik dan baik, namanya Erika. Namun orang tuanya tak menyetujui hubungan mereka. Satu minggu yang lalu orang tua Erika menerima lamaran seorang Pria tanpa sepengetahuan Erika. Erika sangat terkejut, dan tiga hari yang lalu Erika meninggal bunuh diri dengan menyayat nadinya” Jelasnya perlahan sambil menahan air mata yang hampir berlinang.
“Jadi Randy bunuh diri karena sangat terpukul dengan kepergian Erika?” ku coba menerka.
“Ya, kau benar. Randy sangat kehilangan sosok wanita yang telah enam tahun bersamanya. Setelah menghadiri pemakaman Erika, Randy tak terlihat lagi. Dan tadi siang kami menerima kabar bahwa Randy meninggal bunuh diri di tempat ini” Tambahnya lagi.
Air mataku berlinang. Aku terhanyut dalam kisah cinta kedua insan ini. Aku benar-benar tak menyangka, berdirinya ia di atas jembatan bukan untuk menikmati pemandangan sekitar, namun yang ia tatap adalah sekumpulan batu terjal di dasar air terjun. Tatapan kosongnya ternyata bukan tatapak kosong semata, namun tatapannya kembali kemasa lalu, masa indah bersama Erika.
Satu minggu berlalu sejak kejadian itu. Kini aku telah mengetahui siapa pria misterius yang berdiri di atas jembatan itu. Pria yang sempat membuatku terpesona. Pria yang membuatku sesaat dapat merasakan cinta. Pria beruntung mendapatkan cinta tulus dari seorang wanita bernama Erika. Pria itu bernama Randy.
Aku berdiri di dekat batu terjal dimana jasad Randy terjatuh. Bunga-bunga yang selama ini ku rawat, kupetik dan ku tabur di atas bebatuan itu. Aku begitu kagum dengan besarnya cinta Randy dan Erika. Aku hanya bisa berdo’a agar mereka berdua dapat kembali bertemu di kehidupan yang lain.
Barang yang tidak membuatmu tertarik selalu terasa mahal
A good neighbour is worth more than a far friend
Tetangga yang baik lebih berharga daripada teman yang jauh
A good book is great friend
Buku yang bermanfaat merupakan teman yang berarti
A new broom sweeps clean
Sapu yang baru pasti akan mampu membersihkan
A good name is better than riches
Nama yang harum lebih berharga dari kekayaan
A man becomes learned by asking questions
Dengan bertanya, orang akan lebih berpengalaman
A good beginning is half battle
Setengah pertempuran adalah permulaan yang baik
A rolling stones gathers no moss
Lumut tak akan berkumpul pada batu yang menggelinding
All wealth is the product of labour
Kemakmuran adalah hasil dari jerih payah
A word once files everywhere
Sekali ucapan keluar, ia akan menyebar kemana-mana
All the world is a stage
Isi dunia ini adalah panggung sandiwara
A help in sincerity is not a hope repay
Pertolongan yang tulus tidak akan mengharapakan imbalan kembali
A living dog is better than a dead lion
Anjing yang hidup lebih baik dari singa yang mati
A good to obey we know how to command
Nasehat yang baik adalah teladan yang baik
A man is know by his friends
Seseorang dikenal karena dengan siapa dia bergaul
Better be free bird than a captive king
Lebih baik menjadi burung yang terbang bebas
daripada raja yang terbelenggu
By learning to obey we know to command
Dengan belajar mematuhi perintah, kita akan
tahu cara memerintah.
Better late than never
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali
Make hay while the sun shines
Keringkanlah rumput selama matahari masih bersinar
When that cat's away, the mice will play
Tikus-tikus bermain riang manakala kucing telah pergi
Croos the sream where it is shallowest
Sebrangilah sungai pada bagian yang paling dangkal
You Scratch my back and I'll scartch yours
Jika engkau mencakar punggungku, aku akan mencakar
punggungmu
The Swetst of all is praise
Bunyi yang merdu diantara segala bunyi ialah pujian
Early to bed and early rise make a man helthy, wealthy and wise
Cepat tidur, cepat bangun menjadikan orang sehat, makmur dan bijaksana
if you can't say good words of a person, don't say bad ones
jika anda tidak dapat berkata baik tentang diri seseorang, janganlah
yang buruk anda katakan
Love is beauty, but not every beauty have love
Cinta itu indah, tapi tidak selamanya keindahan mengandung cinta
Love based by the gearious duty moula still growth although the beauty has
changed into grey and the hardness has changed into the weakness
Cinta yang ditanam pada kewajiban luhur akan tumbuh meskipun kejelitaan
berubah jadi uban dan keperkasaan berubah jadi renta
Love make the weak man become strong and the strong man become weak
Cinta membuat orang lemah menjadi kuat dan orang kuat menjadi lemah
Love isn't the base of happines, but without love is the base of sadness
Cinta itu bukan sumber bahagia, tapi ketiadaan cinta jadi sumber derita
Love likes the fire, it can't be made a fool, it would burn your own
cinta itu laksana api yang tidak boleh dipermainkan, jika dipermainkan
akan membakar diri anda
Love is more kinds, but what is very safe and a eternal is love
which come from the door of sweetheart.
Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal
adalah cinta yang melalui pintu kekasih
The true love suddenly broken, not only but like the old man
who has lost the stick
Cinta sejati yang tiba-tiba putus laksana orangtua kehilangan tongkat
True love is love which only for two person, and no place for the
third person
Cinta sejati adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tak
ada tempat untuk orang ketiga
Loved can't tested by kisses, but the fine felling is the testor
Cinta tak dapat diuji dengan ciuman, tetapi perasaan halus
adalah sebagai pengujinya
Love isn't a shop where everybody can enter to it for some shopping
Cinta itu bukanlah sebuah toko dimana setiap orang dapat masuk untuk membelinya
Love which begun with soul flame, often would end with cold and frozen
Cinta yang dimulai dengan api semangat yang membakar, seringkali berakhir dingin
dan beku
